Alergi Yang Sering Diderita Oleh Masyarakat Indonesia: Alergi Dingin

Apakah anda tinggal di daerah yang dingin dan sering mengalami gatal-gatal, kulit kemerahan, bentol-bentol pada sekujur tubuh, bersin, mata berair atau hidung gatal? Atau apakah anda pernah mengalami gejala-gejala seperti yang disebutkan di atas ketika anda terpapar udara dingin dari AC, air dingin atau lainnya? Jika iya, kemungkinan besar anda mengalami reaksi hipersensitivitas akibat udara dingin. Munculnya reaksi hipersensitivitas menandakan bahwa tubuh sensitif terhadap sesuatu yang dingin seperti udara dingin ataupun air dingin yang bersentuhan dengan tubuh anda. Reaksi yang muncul bisa bermacam-macam mulai dari yang ringan seperti yang telah disebutkan di atas atau reaksi yang lebih parah atau disebut sebagai syok anafilaksis. Gejala yang timbul dari syok anafilaksis mulai dari kesulitan dalam bernapas hingga kematian. Dalam istilah medisnya, reaksi hipersensitivitas akibat dingin disebut sebagai cold urticaria dan jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia berarti “biduran dingin”. Di Indonesia sendiri kondisi seperti ini disebut sebagai alergi udara dingin. Reaksi yang timbul ketika terpapar udara dingin muncul ketika histamin yang keluar dari tubuh akibat antibodi IgE dan eosinofil. Apabila anda mengalami kondisi seperti ini maka sangat disarankan untuk selalu menggunakan air yang tidak dingin atau air hangat ketika akan mandi atau berenang. Karena terpapar oleh sesuatu yang dingin bisa sangat berbahaya, tentunya hal tersebut dilakukan untuk menghindari terkena syok anafilaksis yang berbahaya. Untuk orang-orang yang sangat sensitif terhadap sesuatu yang dingin, bahkan mengkonsumsi minuman atau makanan yang dingin bisa membuat tenggorokan dan bibir menjadi bengkak. Karena itulah sangat penting untuk menghindari hal-hal yang dingin agar kondisi-kondisi yang tidak diinginkan tidak dapat terjadi.

Memang, reaksi alergi yang terberat adalah kematian, itu adalah reaksi yang paling berbahaya diantara gejala syok anafilaksis lainnya. Selain kematian dan sesak napas gejala dari syok anafilaksis akibat paparan dingin adalah sebagai berikut.

  1. Jantung berdebar
  2. Pingsan atau tidak sadarkan diri
  3. Tungkai membengkak
  4. Keseluruhan tubuh membengkak
  5. Lidah membengkak
  6. Tenggorokan membengkak

Udara dingin bukanlah penyebab utama dari munculnya reaksi hipersensitivitas pada tubuh, ada faktor lainnya yang menyebabkan timbulnya reaksi tersebut. Beberapa diantaranya adalah berenang di kolam yang dingin, mengkonsumsi makanan dan minuman yang dingin, memegang benda yang dingin, keringat yang menguap dari kulit setelah berolahraga ataupun karena udara yang panas. Untuk meyakinkan apakah anda mengalami reaksi hipersensitivitas terhadap sesuatu yang dingin, biasanya dokter akan melakukan serangkaian tes atau diagnosis. Caranya adalah dengan meletakkan kompres es pada kulit anda. Apabila anda mengalami reaksi hipersensitivitas maka kulit anda yang berada di bawah dan di sekitar es akan meradang dan juga gatal. Tes ini tidaklah menyakitkan seperti uji tes untuk melihat reaksi hipersensitivitas lainnya seperti makanan ataupun obat karena pada tes ini kulit anda tidak perlu disayat kecil untuk menaruh benda-benda yang diduga sebagai alergen. Ada beberapa penyebab yang membuat anda mengalami reaksi hipersensitivitas terhadap sesuatu yang dingin, namun yang utama penyebabnya adalah di keluarga anda terdapat orang yang memiliki reaksi hipersensitivitas juga. Tidak perlu mengalami reaksi hipersensitivitas yang sama dengan anda namun bisa dengan hal yang berbeda seperti terhadap makanan, minuman, hewan, debu dan lain sebagainya. Apabila ayah dan ibu atau kedua orang tua memiliki reaksi hipersensitivitas terhadap sesuatu, maka kemungkinan besar anaknya juga akan mengalami reaksi hipersensitivitas.

Untuk menghindari agar tidak mengalami reaksi alergi akibat benda atau udara dingin, maka cara terbaik adalah dengan menghindari alergen atau faktor pemicunya. Tentunya hal ini dapat anda ketahui setelah anda mengidentifikasi pemicu yang menyebabkan anda mengalami reaksi hipersensitivitas. Cobalah untuk membuat diri anda dan sekeliling anda menjadi lebih hangat, tidak menggunakan AC atau kipas angin, carilah tempat tinggal yang berada di daerah hangat, cari pekerjaan yang tidak di dalam ruangan yang menggunakan AC, ketika mandi pada pagi hari menggunakan air hangat, menghindari makanan dan minuman yang dingin dan lain sebagainya. Apabila reaksi hipersensitivitasnya semakin parah, anda bisa berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan resep obat sehingga bisa meredakan reaksi hipersensitivitas yang anda alami. Obat-obatan tersebut memang tidak akan menyembuhkan anda dari kondisi tersebut, namun setidak nya obat yang diresepkan oleh dokter mampu mengurangi gejala dan sakit yang anda alami. Beberapa obat yang sering diresepkan oleh dokter adalah sebagai berikut.

  • Steroid

Obat-obatan steroid dapat menurunkan reaksi hipersensitivitas akibat paparan alergen. Contoh obatnya adalah prednison dan metilprednisolon.

  • Antihistamin

Antihistamin, seperti namanya bekerja dengan memblokir histamin yang menjadi penyebab munculnya reaksi hipersensitivitas seperti kemerahan dan gatal-gatal. Contoh obatnya adalah CTM dan loratadin.

(Visited 4 times, 1 visits today)

Leave a Comment